Masalah transportasi di kota Jakarta dan imbasnya di kota-kota sekelilingnya akan membuat kegiatan menjadi lumpuh karena arus kendaraan yang melebihi kapasitas jalan yang ada.
Beberapa solusi coba ditawarkan oleh pengamat atau pemerhati masalah perkotaan khususnya masalah transportasi.
Namun masalah ini sulit untuk diatasi karena memang pertumbuhan jumlah kendaraan baik mobil dan motor terlalu cepat dibandingkan dengan panjang jalan yang ada. Bisa-bisa bila seluruh kendaraan yang ada saat ini di Jakarta keluar bersamaan, maka akan melumpuhkan lalu lintas.
Pengguna jalan saat ini sudah jengkel dengan kemacetan yang selalu dihadapi, berbagai cara mungkin sudah dilakukan oleh setiap orang tapi mungkin belum memuaskan kehendaknnya. Beberapa orang mengusulkan agar kendaraan mobil dan motor yang berada dijalanan dibatasi atau digilir keluarnya. Ini sangat disukai bagi mereka yang punya banyak uang dan mampu membeli kendaraan lebih dari satu.
Tapi sebaiknya pemerintah khususnya pemerintah pusat punya rencana jangka panjang yang dapat mengatasi ancaman kelumpuhan Jakarta ini dengan merancang ibukota yang baru di lokasi yang lebih baik. Reinhard Samah, salah seorang warga Jakarta sangat setuju dengan rencana pemindahan ibukota yang dari dulu sudah diutarakan oleh Bung Karno.
Pemindahan ibukota dengan merencanakan infrastruktur yang lebih sesuai akan membuat Indonesia lebih bermartabat. Pemisahan pusat bisnis dengan pusat pemerintahan bukanlah hal yang aneh di dunia ini, malah mungkin sesuatu yang harus dilakukan. Kecuali kalau negaranya kecil.
Kembali ke urusan sehari-hari saat ini, Reinhard yang juga Sekjend. PPI berharap pemerintah segera mengoperasikan jalur busway yang terbengkalai. Jalan dan halte busway yang sudah selesai sejak tahun yang lalu sampai sekarang tidak dipergunakan sebagaimana mestinya, dan akhirnya halte banyak yang rusak.
Segera ungkap kendala yang menyebabkan tertundanya operasional jalur busway yang sudah dibangun. Transportasi publik seharusnya mendapat perhatian yang lebih khusus. Kondisi kendaraan dan kenyamanan penumpang harus diutamakan, tapi tidak membebani dengan ongkos yang mahal.
Saat ini pemerintah harus mempunyai prioritas untuk memperlancar arus perpindahan orang, dan tetap mempercepat pembangunan Mass Rapit Transportation (MRT) yang mampu mengangkut penumpang dalam jumlah besar tanpa terkendala moda transportasi yang lain.
Dan untuk menambah jalur jalan, bila ada dana investasi dapat disalurkan untuk membangun underpass atau fly-over agar tidak menimbulkan simpul kemacetan.