Rabu, 22 September 2010

Amblesnya Jl. R.E Martadinata

Jakarta - Amblasnya Jl RE Martadinata di Tanjung Priok Jakarta Utara diyakini ahli lingkungan mempunyai efek domino bagi daerah lain. Apalagi, tanah Jakarta berongga layaknya gabus yang bisa tergerus air laut setiap saat.

"Hanya masalah waktu. Kita tunggu saja," kata ahli lingkungan Institut Pertanian Bogor (IPB), Alan Korapitan, dalam diskusi di kantor Institute Hijau, Komplek Bumi Asri No C-3, Liga Mas Perdatam, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (22/9/2010).

Dia memprediksi daerah yang berpotensi longsor adalah di sekitar hotel atau bangunan yang menggunakan air tawar cukup besar. Seperti sepanjang alur jalan yang berbatasan langsung dengan pantai.

Umumnya, mereka menyerap air tanah dalam sehingga rongga tanah menjadi rentan. Ditambah digerus air laut, kondisi itu sangat berbahaya.

"Siapa yang duluan? Itu tergantung kuat bangunan. Tapi semuanya rentan. Ya, tinggal nunggu waktu," sambungnya.

Menurut Alan, langkah konkret untuk mencegah yaitu dengan mengembalikan hutan Mangrove Jakarta seperti tahun 70-an. Selain itu menyetop pengurukan pantai/reklamasi dan menghentikan pembangunan gedung bertingkat di jalur pantai.

"Karena pantai Jakarta tipenya berpasir dan lumpur. Ketika mangrove hilang, selesailah Jakarta. Dan penanaman mangrove itu harus di sepanjang pantai, jangan di satu titik," tutupnya. (asp/irw)

Sumber : http://www.detiknews.com/read/2010/09/22/133138/1445663/10/pasca-jl-re-martadinata-amblas-jalan-lainnya-tinggal-tunggu-waktu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar